Terbakarnya Gedung Terra Drone di Jakarta Memicu Penyelidikan Kebakaran Besar

Jakarta dikejutkan oleh kebakaran besar yang melanda Gedung Terra Drone, salah satu kantor pusat perusahaan teknologi drone yang terletak di kawasan Jakarta Selatan, Jumat malam, 12 Desember 2025. Api dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 20.45 WIB dan langsung membesar, menyebabkan evakuasi darurat seluruh pegawai dan pihak terkait.

Kebakaran ini memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta, karena gedung yang terbakar merupakan fasilitas penting dengan banyak peralatan elektronik dan dokumen perusahaan yang sensitif.


Kronologi Kebakaran

Berdasarkan laporan sementara:

  1. Api pertama kali terlihat dari lantai 4 gedung, di area ruang server dan laboratorium drone.

  2. Petugas keamanan gedung langsung melakukan alarm darurat dan evakuasi pegawai.

  3. Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan menurunkan lebih dari 20 unit mobil pemadam dan 120 personel ke lokasi.

  4. Api berhasil dikendalikan setelah hampir 4 jam operasi pemadaman, namun beberapa bagian gedung mengalami kerusakan parah, termasuk laboratorium riset dan ruang administrasi.

Evakuasi berjalan lancar tanpa korban jiwa, namun beberapa pegawai mengalami sesak napas akibat asap dan luka ringan akibat kepanikan saat evakuasi.


Kerugian Material dan Dampak Operasional

Kebakaran ini menyebabkan kerugian material signifikan, antara lain:

  • Peralatan penelitian drone rusak terbakar, termasuk prototipe dan sensor canggih.

  • Dokumen perusahaan hilang atau rusak akibat asap dan air pemadam kebakaran.

  • Sistem IT perusahaan terganggu, menyebabkan operasional bisnis berhenti sementara.

Perusahaan Terra Drone mengeluarkan pernyataan resmi bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan pegawai dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan medis serta dukungan psikologis.


Penyelidikan Kebakaran

Pihak kepolisian dan Damkar Jakarta Selatan langsung membuka penyelidikan resmi untuk menentukan penyebab kebakaran. Beberapa langkah awal penyelidikan meliputi:

  1. Identifikasi titik api awal dengan memeriksa CCTV dan saksi di lokasi.

  2. Pemeriksaan instalasi listrik dan sistem kelistrikan gedung, karena kemungkinan korsleting menjadi salah satu faktor penyebab.

  3. Analisis bahan mudah terbakar yang ada di laboratorium dan ruang kerja, termasuk baterai lithium dan peralatan elektronik.

  4. Wawancara pegawai dan petugas keamanan, guna memastikan semua prosedur keselamatan telah dijalankan dengan benar.

Kapolres Jakarta Selatan menegaskan bahwa penyelidikan akan transparan dan melibatkan ahli kebakaran profesional untuk mencegah spekulasi yang tidak benar di masyarakat.


Langkah Penanganan Darurat

Selain pemadaman, beberapa langkah darurat diterapkan:

  • Evakuasi seluruh pegawai dan tamu gedung ke lokasi aman di sekitar gedung.

  • Pemeriksaan kesehatan dan pemberian pertolongan medis ringan bagi pegawai yang terdampak asap dan kepanikan.

  • Pengamanan area untuk mencegah orang tidak berkepentingan masuk, serta menghindari potensi ledakan akibat sisa peralatan elektronik.

  • Koordinasi dengan PLN dan pihak keamanan gedung untuk memutus aliran listrik dan memastikan tidak ada risiko korsleting susulan.


Respon Perusahaan dan Pemerintah

Terra Drone menyatakan akan melakukan:

  1. Audit internal terhadap prosedur keselamatan gedung dan laboratorium.

  2. Peningkatan sistem proteksi kebakaran, termasuk sprinkler otomatis dan alarm asap terbaru.

  3. Penanganan pegawai terdampak secara profesional, termasuk konseling psikologis dan dukungan logistik.

Pemerintah Jakarta, melalui Dinas Damkar, menegaskan bahwa kasus ini menjadi momentum peningkatan kesadaran keselamatan gedung perkantoran dan laboratorium di seluruh kota. Pemerintah berencana menggelar inspeksi rutin gedung perkantoran dan fasilitas riset teknologi untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi.


Pencegahan Kebakaran di Gedung Perkantoran

Kebakaran di Terra Drone kembali menyoroti pentingnya protokol keselamatan kebakaran di gedung perkantoran, terutama:

  • Pengecekan rutin instalasi listrik dan sistem elektronik.

  • Penyediaan alat pemadam api ringan di setiap lantai dan pelatihan penggunaan bagi pegawai.

  • Sistem alarm kebakaran dan jalur evakuasi yang jelas.

  • Simulasi evakuasi secara berkala agar pegawai siap menghadapi situasi darurat.

  • Pengawasan terhadap bahan mudah terbakar, terutama di laboratorium dan gudang peralatan teknologi tinggi.

Implementasi langkah-langkah ini dapat meminimalkan risiko kerusakan dan korban jiwa jika kebakaran terjadi.


Dampak Sosial dan Publikasi Media

Kebakaran ini menjadi perhatian publik luas, karena gedung Terra Drone dikenal sebagai salah satu pusat penelitian dan inovasi teknologi drone di Indonesia.

  • Masyarakat berharap penyelidikan berjalan transparan agar penyebab kebakaran jelas.

  • Media nasional dan sosial ramai memberitakan perkembangan kasus, termasuk foto lokasi kebakaran, evakuasi, dan respons Damkar.

Perusahaan mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, agar tidak menimbulkan kepanikan atau kesalahpahaman.


Kesimpulan

Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakarta menjadi peringatan serius bagi seluruh gedung perkantoran dan fasilitas laboratorium di Indonesia tentang pentingnya keselamatan, kesiapsiagaan, dan protokol darurat kebakaran.

Dengan penyelidikan yang transparan, audit internal perusahaan, dan dukungan pemerintah, diharapkan insiden serupa dapat dicegah di masa depan. Selain itu, keselamatan pegawai tetap menjadi prioritas utama, sementara kerugian material dan gangguan operasional akan ditangani secepat mungkin.

Kasus ini juga menjadi momentum bagi seluruh institusi dan perusahaan untuk meningkatkan standar keamanan gedung, melatih pegawai, serta mempersiapkan prosedur darurat agar potensi risiko kebakaran diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *