Kabar Duka dari Kerajaan Thailand
Pada Jumat malam, 24 Oktober 2025, Ratu Sirikit, Ibu Suri Kerajaan Thailand, wafat di Rumah Sakit King Chulalongkorn Memorial, Bangkok, pada pukul 21.21 waktu setempat. Beliau meninggal dunia setelah mengalami infeksi darah yang serius sejak 17 Oktober 2025. Ratu Sirikit telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut sejak 2019 akibat beberapa masalah kesehatan.
Legasi dan Peran Ratu Sirikit
Ratu Sirikit lahir pada 1932 dan menikah dengan Raja Bhumibol Adulyadej pada 1950. Selama masa pemerintahannya, beliau dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, dan pengembangan daerah pedesaan melalui berbagai proyek kerajaan. Beliau juga mendirikan SUPPORT Foundation yang fokus pada pelatihan keterampilan tradisional bagi masyarakat Thailand.
Setelah mengalami stroke pada 2012, Ratu Sirikit jarang tampil di hadapan publik. Namun, beliau tetap dihormati dan dikenang sebagai “Ibu Nasional” oleh rakyat Thailand.
Masa Berkabung Nasional
Sebagai bentuk penghormatan, Raja Maha Vajiralongkorn menetapkan masa berkabung nasional selama satu tahun. Selama periode ini, bendera di kantor pemerintahan akan dikibarkan setengah tiang, dan pejabat pemerintah diminta untuk mengenakan pakaian berwarna gelap. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul juga membatalkan kehadirannya di KTT ASEAN 2025 di Malaysia untuk memimpin negara dalam masa berkabung ini.
Upacara Pemakaman
Rencana upacara pemakaman kenegaraan sedang disusun dengan penuh kehormatan. Pemerintah Thailand memastikan bahwa acara tersebut akan dilaksanakan dengan standar tertinggi, mencerminkan jasa dan kontribusi besar Ratu Sirikit terhadap negara.
Kesimpulan
Wafatnya Ratu Sirikit menandai berakhirnya era penting dalam sejarah Kerajaan Thailand. Masa berkabung nasional yang ditetapkan selama satu tahun merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari pemerintah dan rakyat Thailand atas dedikasi dan pengabdian beliau selama ini.
