Gunung Ibu Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada

Gunung Ibu Kembali Erupsi pada 26 Oktober 2025

Gunung Ibu, yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi pada Minggu, 26 Oktober 2025, sekitar pukul 07.52 WIT. Erupsi ini menghasilkan kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian mencapai 900 meter di atas puncak gunung. Kolom abu teramati condong ke arah utara dan timur laut dengan intensitas sedang hingga tebal.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu melaporkan bahwa erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 1 menit 15 detik.


Aktivitas Erupsi dalam Seminggu Terakhir

Dalam sepekan terakhir, Gunung Ibu telah mengalami 29 kali erupsi. Pada Sabtu, 25 Oktober 2025, erupsi terjadi pada pukul 18.07 WIT dengan kolom abu setinggi 700 meter Databoks. Erupsi sebelumnya pada 19 Oktober 2025 juga menghasilkan kolom abu setinggi 600 meter Radar Kudus.

Status aktivitas Gunung Ibu saat ini berada pada Level II (Waspada), yang menunjukkan adanya potensi peningkatan aktivitas vulkanik.


Imbauan kepada Masyarakat

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu dan hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Jika terjadi hujan abu, warga disarankan untuk menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan abu vulkanik.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna memastikan keselamatan diri dan keluarga.


Lokasi dan Karakteristik Gunung Ibu

Gunung Ibu adalah gunung api tipe strato yang memiliki ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Sejak tahun 2024, Gunung Ibu telah mengalami beberapa kali erupsi signifikan, dengan kolom abu yang mencapai ketinggian lebih dari 1 kilometer.

Aktivitas vulkanik Gunung Ibu menjadi perhatian khusus karena potensi dampaknya terhadap pemukiman dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.


Kesimpulan:

Erupsi Gunung Ibu pada 26 Oktober 2025 menandakan bahwa aktivitas vulkanik gunung ini masih tinggi. Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat guna mengurangi risiko bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *